oleh

Menara Kujang Sepasang Akan Jadi Ikon Wisata Kabupaten Sumedang

SUMEDANG – Adanya kritik keras terkait rencana pembangunan Menara Kujang Sapasang dari  anggota DPRD Jabar mendapat reaksi keras dari tokoh masyarakat di Kabupaten Sumedang.

Menara yang diperuntukan sebagai destinasi wisata di Desa Panenjoan, Kecamatan Jatigede itu, banyak yang menganggap sebagai simbol kebudayaan rakyat Sumedang.

Baca Juga: Rp 100 Miliar untuk Anggaran ‘Menara Kujang Sapasang’, Dewan: Sangat Tidak Tepat Sasaran

Dukungan dari berbagai komponen masyarakat Sumedang terus mengalir agar rencana pembangunan Menara Kujang Sapasang harus dilanjutkan.

Ketua Dewan Kebudayaan Sumedang (DKS) Tatang Sobana mengatakan, Kujang itu, simbol luhur budaya Sunda. Sumedang adalah puseur budaya Sunda.

‘’Jajaran DKS sangat mendukung rencana pembangunan menara Kujang Sapasang,’’ujarnya kepada Jabarekspres.com, Minggu, (30/5).

Baca Juga: Meski Kasus Covid-19 Masih Nihil, Desa Cileles Sumedang Terus Pantau Warganya

Dia menilai, selama ini Kabupaten Sumedang sudah memberikan persembahan terbaik bagi Jawa Barat. Manfaat Jatigede, baik penggunaan air baku maupun energi tenaga listrik, adalah salah satu contohnya.

Untuk dapat memanfaatkan keberadaan Waduk Jati Gede pengembangan pariwisata harus dilakukan. Dengan begitu, akan memberikan manfaat ekonomi khususnya bagi masyarakat .Jati Gede.

Baca Juga: Terjun Bebas! Harga Cabai di Pasar Cimanggung Sumedang 

‘’Biarlah kami mendapatkan manfaat dari pariwisata melalui pembangunan menara Kujang Sapasang. Jangan ganggu kami !,” tegas Tatang Sobana, Ketua Dewan Kebudayaan Sumedang (DKS) di Sumedang. Minggu (30/5).

Sebelumnya Ketua KADIN Sumedang, H. Thomas Darmawan, memberikan tanggapan yang tajam terhadap kritik anggota DPRD Jawa Barat.

Dia mengaku heran dengan anggota DPRD yang mempermasalahkan pembangunan ini. Padahal ini adalah program yang diajukan sejak tahun 2000 lalu.

Baca Juga: Jadikan Program Unggulan, Kades Cilayung Sumedang Siap Bentuk Desa Wisata

‘’Ini kan tentu sudah dibahas di Dewan. Kenapa baru dipermasalahkan sekarang ? Jadi jangan cari panggung di Sumedang,” ucap Thomas.

Dukungan pembangunan menara Kujang Sapasang juga mengalir dari berbagai tokoh masyarakat Jatigede dan Orang yang Terkena Dampak (OTD).

Salah seorang OTD yang juga Ketua Forum Jatinunggal Sridiyanto Wijaya menuturkan, warga terdampak Jatigede sudah banyak berkorban untuk kepentingan Jawa Barat.

Saatnya OTD diperhatikan. Salah satu sektor yang diharapkan dapat mendongkrak perekonomian OTD adalah pariwisata.

Baca Juga: Keren! Desa di Kabupaten Sumedang Ini Optimalkan Pelayanan 24 Jam Penuh Bagi Warganya

‘’Kami warga OTD sangat mendukung rencana Pak Gubernur untuk membangun menara Kujang Sapasang,” kata Sridiyanto.

Dukungan lainnya datang dari Kepala Desa Jemah, Kecamatan Jatigede, Turyana.  Menurutnya, atas nama masyarakat Desa Jemah, kami sangat mendukung rencana Pak Bupati dan Pak Gubernur untuk membangun Menara Kujang Sapasang.

‘’Menara ini pasti akan jadi kebanggaan masyarakat Sumedang, dan nantinya akan menjadi ikon daya tarik pariwisata,” ucapnya.

Sementara itu, dukungan lainnya datang dari, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) DPC Sumedang, Iyan Sofyan Hady. Dia menyambut baik dan memberikan apresiasi atas prakarsa pembangunan lanmark unik wisata dimaksud.

Baca juga: Lancarkan Patroli, Polsek Jatinangor Akan Mendata Warga yang Berlibur ke Luar Sumedang

“Sumedang membutuhkan destinasi wisata yang berbeda. Menara Kujang Sapasang ini sangat unik dan menarik. Pengunjung datang untuk happy, selfie, kuliner, belanja dan bawa oleh-oleh,” tukas Iyan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *