oleh

Uang Rp 15,9 Juta Milik Kantor Yakult di Cirebon Digondol Rampok

CIREBON – Empat orang tak dikenal bersejata api dan pedang masuk ke kantor dan Gudang kantor Yakult di Kota Cirebon. Perampok kemudian menyekap sejumlah karyawan di musala.

Salah seorang karyawan yang bekerja di kantor Yakult, Agus Setiawan mengungkapkan, Ketika sedang bekerja, tiba-tiba ada empat orang tidak dikenal masuk ke dalam kantor. Mereka membawa senjata api dan pedang.

“Kami lagi kumpul di dalam, tiba-tiba ada 4 orang masuk. Ada 3 yang bawa senjata api dan 1 orang membawa senjata tajam,” kata Agus, kepada radarcirebon.com, Rabu (10/11).

Mereka berteriak dan membentak dengan menyuruh diam. Kemudian semua karyawan Kantor Yakult yang ada digiring ke musala.

‘’Kami disekap berjumlah 5 orang karyawan lainnya kabura lewat pintu samping,’’ujar dia.

Salah satu perampok bertanya kunci brankas ke salah satu karyawan. Namun, Ketika karyawan tersebut enggan menjawab, perampok itu malah memukul.

Agus mengaku tidak tahu persis bagaimana kejadian di ruang lain. Sebab, setelah digiring ke belakang, dirinya ditahan di dalam musala.

Diketahui perampok kemudian mengambil uang Rp15,9 juta yang merupakan uang setoran di meja kasir.

Para karyawan tersebut ditahan sekitar 10-15 menit. Sebelum akhirnya para perampok itu kabur.

Selain mereka yang berada di dalam, perampok juga menahan dua orang lainnya di depan. Salah satunya stock man yang diikat menggunakan tali plastik.

“Yang saya lihat di dalam ada 4 orang, nah kata informasi dari karyawan yang di depan, di mobil ada 2 orang,” ungkapnya.

Kejadian itu kini sudah ditangani Polres Cirebon Kota dan hingga kini para pelaku masih dalam identifikasi untuk dilakukan pengejaran juga penangkapan.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar mengungkapkan, sekitar 10 saksi yang dilakukan pemeriksaan dan polisi masih mengumpulkan alat bukti.

“Kami sudah melakukan olah TKP dan alat bukti lain. Sampai saat ini masih melakukan penyelidikan,” kata Kapolres, saat ditemui, Rabu (10/11).

“Kami juga masih melakukan pra rekonstruksi terhadap peristiwa tersebut. Sementara ini, tidak bisa panjang lebar menyampaikan karena masih dalam penyelidikan,” tuturnya. (rdh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *