oleh

Kecanggihan Roket Hamas Lawan Persenjataan Israel

Penulis: Yan Gustiyanto (Redaksi Jabarekspres.com)

Baku hantam saling bombardir antar pejuang Hamas dan tentara Israel terus berlanjut. Sekitar 1.500 roket Hamas dan Jihad Islam menghiasi langit di kota-kota di Israel yang berbatasan langsung dengan Palestina.

Penggunaan senjata roket, rudal anti tank (ATGM) dan drone kamikaze hingga sistem pertahanan udara dan jet tempur, dikerahkan untuk saling serang antar kedua belah pihak.

Konflik Israel dan Palestina kembali meletus setelah tentara Israel melakukan tindakan kekerasan terhada warga Palestina di wilayah Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur.

Aksi provokatif Israel berlanjut setelah polisi Israel bentrok dengan jemaah Masjid Al-Aqsa yang sedang melaksanakan salat taraweh.

Bentrokan itu memicu kemarahan dari organisasi Palestina dan kelompok Jihad Islam. lebih dari 1.500 roket dikirim untuk memborbardir Israel dalam rentan waktu 10 sampai 12 Mei.

Dari banyaknya roket yang diluncurkan, ternyata sistem pertahanan udara (Iron Dome) masih belum mampu membendung seluruh serangan roket Hamas.

Terbukti ratusan Roket Hamas berhasil menembus Iron Dome Israel dan menghantam banyak rumah dan sekolah.

Israel mencatat, sedikitnya, enam warga sipil Israel tewas dan 70 lainnya luka-luka. Dipihak Palestina ratusan warga tewas. Kebanyakan anak-anak dan perempuan.

Israel dengan kecanggihan teknologi dan persenjataannya mengklaim, serangan udara yang dilakukan bersifat terbatas hanya untuk melumpuhkan infrastruktur dan persenjataan Hamas. Meski banyak gedung-gedung sipil yang hancur akibat pesawat pembom Israel.

Sejarah Singkat Hamas

Organisasi Hamas sendiri memiliki kepanjangan Harakat al-Muqawama al-Islamiyyah yang  berarti Gerakan Perlawanan Islam.

Semenjak berdiri pada 1987. Hamas termasuk cabang dari Ikhwanul Muslimin Mesir. Hamas awalnya, berdiri non konfrontasional terhadap Israel.

Hamas juga pernah berbeda pandangan dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pimpinan Yaser arafat waktu itu.

Dalam Piagam Hamas 1988, organisasi ini memiliki cita-cita ingin membebaskan Palestina dari pendudukan Israel di Tepi Barat, dan Jalur Gaza.

Persenjataan Hamas

Menelisik persenjataan Hamas, saat ini sudah banyak mengalami kemajuan. Hebatnya roket yang digunakan dalam konflik sebagian besar diproduksi secara lokal.

Meski kemungkinan ada campur tagan Asing jangkauan roket-roket pejuang Hamas diklaim sudah bisa mencapai ibu kota Israel.

Roket Hamas memiliki jangkauan 12 km hingga 120 km. Menurut pakar militer, roket ini A-120, dimasukkan ke peluncur buatan lokal ke dalam 8 tabung.

Roket lainnya adalah S-40 memiliki jangkauan 40 km, untuk peluncur menggunakan 8 tabung juga. Uniknya Roket ini disimpan di silo bawah tanah dengan ditutup lapisan pasir.

Tujuannya tidak lain agar keberadaan roket sulit dideteksi oleh pesawat pengintai milik Israel.

Roket-roket ini akan dikeluarkan dari silo (tempat penyimpanan tersembunyi). Kemudian dimasukkan ke dalam tabung peluncur, dan ditembakkan.

Hamas juga menggunakan Multiple Launch Rocket System (MLRS) yang dipasang pada truk pick-up Toyota dan rel peluncuran secara individu.

Cara ini disebut sebagai sistem pertahanan gaya tradisional yang berbiaya rendah. Secara umum, peluncur ini terlihat kurang efisien. Sebab, mudah terditeksi.

Hamas juga ternyata memiliki roket BM-21 Grad era Soviet. Roket ini sekarang dibuat Cina. Kemudian sangat populer di pasar persenjataan Internasional.

Selain roket, Hamas telah menggunakan senjata modern Anti-Tank Guided Missiles (ATGM). Senjata ini akan digunakan Hamas jika tentara Israel menyerbu secara frontal ke wilayah Hamas.

Dilansir The Eurasian Times, Hamas mengoperasikan berbagai ATGM buatan Rusia seperti Konkurs, Kornet, Malyutka (Sagger), Korea Utara Bulsae-2 dan MILAN Eropa.

Hamas juga dikenal karena penggunaan mortirnya yang ekstensif. Hamas  diduga banyak memiliki rudal anti-pesawat.

Senjata canggih lainnya, adalah Drone Kamikaze berjenis Unmanned Aerial Vehicle. (UAV). Senjata ini diketahu banyak digunakan oleh tentara Amerika untuk membunuh musuhnya di perang Timur Tengah.

Sementara itu, roket canggih lainnya adalah Al Qassam SH. Roket jenis ini masih belum diketahui spesifikasinya. Diduga kuat roket ini memiliki jangkauan ratusan kilometer.

Pejabat Hamas sendiri menyebutkan bahwa Roket Al Qassam dapat menjangkau Ibu Kota Israel Tel Aviv. Namun, sejauh ini Hamas belum sempat menggunakan roket Al Qassam karena masih dalam pengembangan dan uji coba.

Persenjataan Israel

Kemampuan persenjataan Israel tidak dapat diragukan lagi. Dengan dukungan Amerika Serikat, pesenjataan Israel terbilang paling ditakuti di kawasan Timur Tengah.

Di antara senjata yang digunakan oleh Israel Defence Force (IDF) adalah sistem pertahanan udara disebut Iron Dome. Sistem pertahanan ini sangat diandalkan IDF untuk menangkal serbuan roket-roket Hamas.

Senjata Iron Dome Israel ada tiga jenis, Rudal Patriot, Arrow 2 dan Arrow 3. senjata Iron done itu ditempatkan di berbagai titik strategis dengan tujuan untuk mencegat roket-roket Hamas.

Dalam melakukan aksi serangan tentara Israel mengklaim menargetkan permukiman dan gudang senjata Hamas dan melumpuhkan pemimpin kunci Hamas.

Serangan udara yang dilakukan Israel Air Force (IAF) menggunakan pesawat F-35 Lighting II. Dalam perkembangannya Israel juga telah berhasil membuat sendiri pesawat F-35 itu setelah mengakusisi produsen pesawat Lockheed Martin di Fort Worth, Texas Amerika Serikat.

Israel adalah negara pertama yang mengerahkan F-35 dalam peran tempur di Timur Tengah. pesawat F-35 Lighting II memiliki kemampuan canggih. Selain berteknologi Siluman pesawat ini dapat berfungsi multiperan.

Kemampuan Intelejen, pengintaian, pengawasan dan penyerangan, dapat dilakukan pesawat andalan negara-negara sekutu itu.

IDF juga telah merilis banyak video dan informasi tentang serangan udara terhadap target Hamas.

Selain itu, penggunaan pesawat tempur seperti F-15 dan F-16 masih diandalkan IAF untuk mengebom target di wilayah Gaza.

Jet tempur itu banyak digunakan dalam berbagai Operasi militer, di antaranya Operasi Wooden Leg, Operasi Grapes of Wrath, Perang Lebanon, Operasi Cast Lead, Operation Pillar of Cloud dan Operation Protective Edge. (Diambil dari berbagai sumber)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *